Musrenbang Kelurahan se-Cipondoh Rampung, Camat Marwan Ingatkan Pembangunan Tak Sekadar Fisik

Camat Cipondoh menghadiri Musrembang di Kelurahan Gondrong, Kamis (29/1). Foto Ahmad Syihabudin/Bantenekspres.co.id

CIPONDOH,BANTENEKSPRES.CO.ID – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2027, Tahun Anggaran (T.A) 2026 tingkat kelurahan se-Kecamatan Cipondoh resmi rampung, hari ini Kamis, 29 Januari 2026. Penutupan rangkaian Musrenbang dilaksanakan di dua kelurahan, yakni Kelurahan Kenanga dan Kelurahan Gondrong, Musrembang tingkat Kelurahan ini menandai berakhirnya penjaringan aspirasi warga di tingkat akar rumput.

Musrenbang di Kelurahan Gondrong dihadiri langsung Camat Cipondoh Marwan, lurah, serta perwakilan lembaga dan organisasi kemasyarakatan, mulai dari RT, RW, LPM, hingga tokoh masyarakat. Forum ini menjadi ruang strategis bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan wilayah secara langsung dan terbuka.

Bacaan Lainnya

Camat Cipondoh Marwan mengungkapkan, hasil Musrenbang di 10 Kelurahan tahun ini masih didominasi usulan pembangunan fisik. Perbaikan jalan lingkungan, drainase, hingga sarana dan prasarana wilayah menjadi kebutuhan paling banyak disuarakan masyarakat, terlebih di tengah musim hujan yang memicu genangan di hampir seluruh kelurahan.

“Kalau kita cermati, mayoritas usulan masih fokus pada pembangunan fisik. Ini wajar, karena masyarakat masih menempatkan kebutuhan yang kasat mata sebagai prioritas utama, apalagi saat musim hujan seperti sekarang,” ungkap Marwan kepada Bantenekspres.co.id usai Musrenbang di Kelurahan Gondrong.

Namun demikian, Marwan mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada beton dan aspal serta pembangunan drainase semata. Ia menegaskan, sesuai arahan Wali Kota Tangerang Sachrudin, tahun 2026 ditetapkan sebagai tahun berkualitas, di mana setiap program pembangunan harus berdampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Sesuai arahan Pak Wali Kota, pembangunan bukan sekadar membangun fisiknya, tapi bagaimana manfaatnya benar-benar dirasakan warga masyarakat. Bukan hanya bangunan berdiri maupun drainase, melainkan ada dampak jangka panjang bagi kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Marwan, pembangunan fisik perlu diimbangi dengan program nonfisik yang menyentuh penguatan sumber daya manusia (SDM) di Kota bermoto Akhlakul Karimah ini. Pembinaan generasi muda, peningkatan kapasitas masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga pengembangan UMKM dinilai menjadi kunci agar hasil pembangunan tidak bersifat sementara.

“Kalau hanya fisik tanpa pembinaan, dampaknya tidak akan bertahan lama. Karena itu kami dorong keseimbangan, mulai dari pelatihan kepemudaan, penguatan UMKM, pembinaan karakter, sampai kegiatan sosial yang berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mencontohkan sejumlah program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang, 3G yakni Gampang Sekolah, Gampang Kerja, dan Gampang Sembako, yang selaras dengan semangat pembangunan berkualitas.

Salah satunya melalui program Gampang Kerja, di mana Pemkot Tangerang saat ini gencar menggelar berbagai pelatihan keterampilan bagi masyarakat.

“Pelatihan seperti barista dan keterampilan lainnya dibina langsung oleh Dinas Ketenagakerjaan melalui Balai Latihan Kerja. Setiap kelurahan di Cipondoh bisa mengirimkan perwakilan, sehingga warga memiliki keahlian yang bisa langsung dimanfaatkan,” jelasnya.

Marwan berharap, seluruh hasil Musrenbang tingkat kelurahan dapat diselaraskan dan dipertajam pada tahapan Musrenbang berikutnya. Dengan begitu, usulan yang diusulkan tidak hanya banyak, tetapi benar-benar berkualitas, tepat sasaran, dan sejalan dengan visi dan minis pembangunan Kota Tangerang.

“Harapannya, usulan ini bukan sekadar keinginan sesaat, tetapi kebutuhan nyata yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Cipondoh secara menyeluruh,” pungkasnya. (*)

Pos terkait