Kunjungi Kelurahan Terpadat, Dewan Dorong Solusi Sampah hingga Bedah Rumah

Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo didampingi Lurah Tanah Tinggi, Dewi Ratna Wati serta seorang staf kelurahan saat diwawancarai, Kamis, 29 Januari 2026.

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, pada Kamis 29 Januari 2026. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memberikan dukungan moril kepada Lurah Tanah Tinggi yang baru menjabat sebulan lalu. Dia juga sekaligus memetakan solusi atas berbagai persoalan pelik di wilayah dengan populasi terpadat di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 tersebut.

Arief mengungkapkan, bahwa dengan jumlah penduduk mencapai 36.000 jiwa, Kelurahan Tanah Tinggi memerlukan sinergi kuat antara pihak legislatif dan eksekutif. Ia menekankan bahwa kelurahan adalah ujung tombak pelayanan publik yang harus diperkuat melalui kebijakan dan anggaran yang tepat.

Bacaan Lainnya

“Kita perlu memberikan dukungan kebijakan dan pola kerja sama yang baik agar kelurahan bisa semakin mandiri dan mampu menuntaskan berbagai permasalahan di wilayahnya,” ujar Arief.

Dalam diskusi bersama pihak kelurahan, Arief mengidentifikasi tiga masalah prioritas yang perlu segera ditangani, diantaranya, transformasi pengelolaan sampah menuju zero waste.

Arief menyoroti masalah kapasitas penampungan sampah sementara yang perlu diperbaiki. Ia berencana mendorong adanya pilot project area zero waste di tingkat RT atau RW.

Menurutnya, pemerintah harus fokus pada edukasi dan pendampingan SDM untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah organik di hulu, bukan sekadar bergantung pada teknologi alat seperti insinerator.

“Pemerintah harus hadir memberikan fasilitas seperti komposter atau sarana budidaya maggot, bukan hanya menghimbau. Ini adalah bentuk political will untuk perubahan tata kelola sampah,” tegasnya.

Kemudian, Arief juga mendorong percepatan program bedah rumah terkait hunian tidak layak. Saat ini terdata sekitar 50 rumah di Kelurahan Tanah Tinggi yang memerlukan bantuan bedah rumah.

“Tahun ini berdasarkan data ada sekitar 50 rumah yang memerlukan bantuan bedah rumah,” kata Arief.

Arief juga meminta agar data ajuan tahun-tahun sebelumnya ditarik kembali untuk dibuatkan perencanaan penuntasan secara bertahap atau multi-years. Ia menekankan pentingnya keterbukaan data agar pemerintah bisa hadir memberikan solusi nyata, terutama di tengah ancaman bencana hidrometeorologi yang meningkatkan risiko rumah ambruk.

Selain itu, program pembangunan prioritas lainnya di Kelurahan Tanah Tinggi, Arief juga mendorong Dinas PUPR Kota Tangerang untuk segera memperbarui masterplan drainase Kota Tangerang yang terakhir dibuat pada tahun 2017. Menurutnya, masterplan drainase pada 2017 tersebut sudah tidak relevan lagi.

“Jadi perlu di-update lagi untuk dilakukan perbaikan kembali,” ujarnya.

Ia juga menyarankan pelibatan pakar klimatologi dari lembaga seperti BRIN agar kajian drainase mampu mengakomodasi peningkatan curah hujan yang kerap terjadi saat ini.

“Dampak perubahan iklim itu nyata dan perubahannya sangat cepat. Tanpa basis kajian sains dan teknologi dari pakarnya, kita khawatir penanganan drainase tidak akan komprehensif,” pungkasnya.

Melalui kunjungan ini, Arief berharap kolaborasi antara DPRD dan Kelurahan Tanah Tinggi dapat mewujudkan lingkungan yang lebih sejahtera dan tangguh terhadap tantangan perkotaan.(*)

Pos terkait