3 Tahun Terendam Banjir, Warga Villagio Residence Desak Pemerintah Audit Perizinan dan AMDAL Pengembang

Ketinggian banjir sempat memcapai seleher orang dewasa di Perumahan Villagio Residence, Desa Jambu Karya, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Foto: Kiriman warga for bantenekspres.co.id

RAJEG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kesabaran warga Perumahan Villagio Residence di Desa Jambu Karya, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, mencapai puncaknya.

Selama tiga tahun berturut-turut sejak 2024, pemukiman mereka menjadi langganan banjir hebat akibat luapan Sungai Cimanceuri.

Bacaan Lainnya

Kondisi yang kian memburuk ini memicu desakan warga agar pihak pengembang, PT Aggio Multi Property, segera diaudit terkait dokumen perizinan dan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).

​Ketua RT setempat Ari Pratama mengungkapkan, banjir di awal tahun 2026 ini merupakan yang terparah. Ketinggian air sempat mencapai leher orang dewasa, sehingga membahayakan keselamatan jiwa.

​”Kami menuntut pengembang menunjukkan bukti nyata bahwa pembangunan ini sudah memenuhi ketentuan hukum dan pengendalian lingkungan. Jangan sampai warga terus menjadi korban setiap tahun,” tegas Ari, Kamis, 29 Januari 2026.

​Senada dengan warga, Kepala Desa Jambu Karya Suherman turut mempertanyakan komitmen pengembang dalam menjaga kualitas lingkungan. Ia menyoroti proses teknis pembangunan yang diduga menjadi pemicu banjir di wilayah tersebut.

​”Kami mempertanyakan AMDAL pengembang. Apakah proses pengurukan tanah yang dilakukan selama ini sudah sesuai dengan rekomendasi teknis yang ada?” ujar Suherman saat memberikan keterangan.

​Banjir yang melanda sejak Jumat pekan lalu telah memaksa sedikitnya 80 Kepala Keluarga (KK) untuk mengungsi. Kamis ini, banjir berangsur surut.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Aggio Multi Property belum memberikan keterangan resmi. Perwakilan pengembang bernama Teguh, saat dihubungi, dalam keadaan tidak aktif dan tidak merespons upaya konfirmasi media.

​Warga kini mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk turun tangan dan bersikap tegas mengawasi pelaksanaan AMDAL oleh pengembang agar musibah tahunan ini tidak terus berulang. (*)

Pos terkait