Banjir Rendam Villagio Residence Rajeg, Developer Janjikan Solusi

Banjir Rendam Villagio Residence Rajeg, Developer Janjikan Solusi
Perumahan Villagio Residence Rajeg terendam banjir 1,5 meter. 80 KK dievakuasi, pihak developer PT Aggio Multi Property janjikan pembangunan tiang pancang. Foto: Kecamatan Rajeg for Bantenekspres.co.id

RAJEG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Luapan Sungai Cimanceuri menyebabkan Perumahan Villagio Residence di Desa Jambu Karya, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, terendam banjir setinggi 1,5 meter sejak Jumat lalu.

Menanggapi situasi darurat ini, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Rajeg bergerak cepat melakukan peninjauan lokasi dan proses evakuasi besar-besaran pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Bacaan Lainnya

Camat Rajeg Oman Apriaman, S.KM., S.IP., M.Si., memimpin langsung pengecekan didampingi Kapolsek Rajeg AKP Yono Taryono dan Danramil 12 Rajeg Kapten Inf Teguh Rasmadi.

Tercatat sedikitnya 80 Kepala Keluarga (KK) terdampak dan harus dievakuasi ke posko pengungsian di Kantor Pemasaran perumahan setempat.

Ketinggian air yang mencapai lebih dari dada orang dewasa membuat tim gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan BPBD Kecamatan Rajeg harus menggunakan perahu karet untuk menyisir rumah warga. Selain mengevakuasi warga, Muspika juga menyalurkan bantuan darurat berupa beras dan mie instan.

“Kami fokus pada keselamatan warga. Evakuasi dilakukan bersama BPBD dan bantuan perahu dari SMK Avicena. Kami juga memastikan kebutuhan dasar seperti air bersih dan sarana MCK dari DLHK serta layanan kesehatan dari Puskesmas Sukatani dan PMI tersedia di posko,” ujar Oman Apriaman.

Demi keamanan, aliran listrik di area terdampak telah dipadamkan total guna menghindari risiko korsleting listrik yang membahayakan warga.

Pasca peninjauan, Muspika memfasilitasi mediasi antara warga terdampak dengan pihak pengembang, PT Aggio Multi Property, yang diwakili oleh Teguh. Mediasi yang berlangsung di Kantor Desa Jambu Karya ini menghasilkan beberapa poin krusial untuk penanganan jangka panjang.

Pertama, Developer berkomitmen membangun tiang pancang permanen menggunakan jasa profesional dan sesuai spesifikasi teknik (bestek).

Dua, luas tandon air telah ditingkatkan dari 3.000 m² menjadi 4.000 m² untuk menambah daya tampung air.

Ketiga, BPBD kabupaten dan pengembang akan berkoordinasi dengan BPBD pusat untuk pengadaan pompa guna membuang air menuju sungai irigasi.

Keempat, warga mengajukan permintaan kompensasi berupa uang tunai atau keringanan angsuran rumah sebagai ganti rugi kerugian materiil.

Banjir di Villagio Residence diperparah oleh luapan Kali Cimanceuri yang lokasinya berdekatan dengan perumahan. Debit air kali yang melampaui tanggul membuat pemukiman terendam cukup lama.

“Diperlukan normalisasi Kali Cimanceuri segera. Jika debit air kali tidak dikendalikan, potensi banjir akan terus menghantui saat curah hujan tinggi,” jelasnya. (*)

Pos terkait