PANONGAN,BANTENEKSPRES.CO.ID – Polresta Tangerang kantongi ciri-ciri pria bersenjata api yang beraksi d Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.
Kapolresta Tangerang Kombespol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, pelaku kini dalam pengejaran penyidik. Kata dia, polisi sudah mengantongi ciri-ciri koboi di Pos KJU Citra Raya Tangerang.
“Sedang Kita lidik. Semoga dalam waktu dekat bisa kita ungkap mohon doanya. Sementara sudah kita kantongi ciri-ciri. Mohon waktu kepada masyarakat,” jelasnya, Rabu, 5 November 2025.
Sebelumnya, insiden penembakan di kantor PO Shuttle Bus Putra KJU Citra Raya, Tangerang, terjadi pada Minggu (2/11/2025) jelang tengah malam. Pada rekaman kamera pengawas (CCTV) yang didapat bantenekspres.co.id, nampak orang tak dikenal (OTK) diam-diam memasuki halaman kantor hendak nampak mencuri kendaraan bermotor.
Pada rekaman kamera pengawas nampak detik-detik penembakan Minggu, 2 November 2025. Pukul 00.06 WIB terekam pria memakai topi hitam, masker, baju hitam, celana coklat dan ransel hitam berjalan ke pagar kantor PO Shuttle Bus Putra KJU. Masih di menit 6 lewat tengah malam tepatnya pukul 00.06 WIB, pria yang sama membuka pagar PO Putra KJU dengan mudah. Meski pagar terbuka ia tak langsung masuk. Namun mengamati situasi sekitar. Lalu, pukul 00.07 WIB setelah dikira aman masuk ke pekarangan kantor PO KJU.
Pada rekaman waktu CCTV nampak setalah lima detik masuk ke dalam kantor Putra KJU Citra Raya, pria OTK nampak keluar berjalan cepat hingga berlari menuju sepeda motor yang sudah menunggunya di seberang jalan.
Kemudian, detik menegangkan terekam pada pukul 00.07 lewat 19 detik seorang pria lain sebagai satpam, memakai seragam Putra KJU Citra Raya Tangerang hendak mengejar. Namun, sedetik kemudian pria membawa ransel hitam itu menembakan timah panas. Dorr…. suara tembakan memecah keheningan malam di PO shuttle bus milik PT Putra KJU, Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Timah panas menembus kaca lobi pelayanan bus kecil rute jarak pendek.
Petugas keamanan PO refleks menjatuhkan diri ke tanah, merangkak hingga akhirnya berlari ke samping kantor menghindari tembakan. Panik. Ia sempat kembali lagi dan menutup pagar dengan terburu-buru.(*)









