Banyak Siswa Pindah dari Sekolah Rakyat di Tangsel, Ini Kata Wamensos

Wamensos Agus Jabo Priyono saat mengisi materi dalam acara PKKMB Untirta Tahun 2025, di Gedung Auditorium Utama Kampus Untirta Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Selasa 15 Agustus 2025. Foto: Syirojul Umam/Bantenekspres.co.id

SERANG – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menanggapi adanya wali siswa yang memindahkan anaknya dari sekolah rakyat di Tangsel, dikarenakan sekolah tak kunjung dimulai.

Agus mengaku, proses dimulainya sekolah rakyat di Indonesia termasuk di Banten dibagi dalam beberapa tahapan.

Bacaan Lainnya

Diantaranya tahap 1A diresmikan pada 14 Juli lalu, tahap 1B 15 Agustus mendatang, dan tahap 1C September mendatang. Sementara sekolah rakyat di Tangsel masuk dalam tahap 1B yang akan diresmikan beberapa hari kemudian.

“Jadi ada tiga tahap, nanti tahap 1B insya Allah 15 Agustus sudah mulai MPLS ya,” katanya saat mengisi materi pada Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Tahun 2025, di Gedung Auditorium Utama Kampus Untirta Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Selasa 15 Agustus 2025.

Adapun beberapa wali siswa yang memindahkan anaknya merupakan hak warga. Namun yang pasti program tersebut diberikan Presiden sebagai langkah untuk mengentaskan kemiskinan di Banten.

“Program ini ditujukan khusus untuk masyarakat miskin dan ekstrem, dengan setiap daerah minimal memiliki satu sekolah rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah fokus untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia. Presiden menargetkan pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen pada tahun 2026, dan di bawah 5 persen pada tahun 2029.

“Makanya sekarang sedang dilakukan program-program darurat, seperti sekolah rakyat, ada koperasi desa merah putih, ada makan bergizi gratis ada cek kesehatan gratis, kemudian ada pembangunan 3 juta rumah itu dalam rangka untuk program pengentasan kemiskinan,” paparnya. (*)

Reporter: Syirojul Umam

 

 

Pos terkait