Melalui program tersebut, para siswa juga mendapatkan edukasi bahwa minyak jelantah bisa sangat bermanfaat.
”Jadi, program ini sangat membantu para siswa. Edukasi ini sangat penting dilakukan oleh para siswa karena dengan mengumpulkan minyak jelantah, para siswa bisa mendapatkan pelajaran penting bahwa minyak jelantah jika dibuang sembarangan bisa membahayakan lingkungan,” ujarnya kepada Banten Ekspres, Senin (14/4).
Asmadi menambahkan, program sekolah tersenyum juga bisa membuat aksi nyata dalam menjaga bumi, bahkan para siswa juga di ajak bekerjasama untuk bisa menyelamatkan bumi dari bahaya limbah minyak jelantah. Minyak jelantah banyak dibuang ke saluran air bisa membuat bahaya lingkungan.
Melalui progran ini, siswa bisa menjadi pahlawan bumi dalam mencegah limbah yang merusak lingkungan.
”Saya yakin, dengan program ini kita bisa membantu menyelamatkan bumi dari cara yang mudah. Selain itu, para siswa bisa mempunyai rasa kepedulian terhadap lingkungan, dan juga bisa mengingat orang tua mereka untuk tidak membuang minyak jelantah sembarang tapi lebih baik di kumpulkan untuk di rubah menjadi biodiesel,”paparnya.











