“Masalah tarif memang Anyer itu ramai terus ya, makannya kita sering ngajuin agar ada pemisahan antara parkir dan biaya masuk. Selain itu, kita juga harus melakukan kerjasama dengan berbagai elemen, supaya ada jalan keluarnya untuk tarif ini,” katanya, Selasa (8/4).
Anas mengatakan, saat ini terdapat kurang lebih 45 destinasi wisata yang ada di kawasan Anyer-Cinangka dimana setiap destinasi memiliki harga tiket masuk yang berbeda.
Adapun penyebab lainnya, terkait ada kebijakan efisiensi atau ada juga yang memilih berkunjung ke luar daerah, cari wisata yang lain di luar Serang seperti ke puncak Bogor, dan lainnya.
Kendati demikian, yang terpenting pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin agar kunjungan wisatawan ke Kabupaten Serang khususnya pantai Anyer Cinangka ini bisa ramai.
“Kedepan kita harus melakukan perubahan, agar promosi juga lebih enak untuk memajukan pariwisata. Di samping itu juga, kita harus ada regulasi yang mengatur tentang tarif ini,” ujarnya.











